Perubahan
politik di Timur Tengah pasca Arab Spring mendorong Dinas intelijen
Inggris, Amerika Serikat dan Israel (Mossad) untuk bekerja sama
membentuk gerilyawan Negara Islam Irak dan Suriah atau Islamic State of
Iraq and Syria-ISIS).
Bagi AS dan sekutu Baratnya, Timur Tengah yang stabil dan damai adalah petaka terhadap industri militer AS/Barat yang haus pasar, baik itu pasar gelap (black market) maupun pasar terbuka. Kompleks industri militer AS/Barat selalu butuh pasar bernilai milyaran dollar AS untuk menggerakkan roda ekonomi mereka di tengah globalisme dunia.
Bagi AS dan sekutu Baratnya, Timur Tengah yang stabil dan damai adalah petaka terhadap industri militer AS/Barat yang haus pasar, baik itu pasar gelap (black market) maupun pasar terbuka. Kompleks industri militer AS/Barat selalu butuh pasar bernilai milyaran dollar AS untuk menggerakkan roda ekonomi mereka di tengah globalisme dunia.








