Social Icons

youtube youtubefacebookgoogle plusDensus 99rss feedemail
Showing posts with label Suriah. Show all posts
Showing posts with label Suriah. Show all posts

Thursday, September 01, 2016

Habib Luthfi: "Bela Negara itu Wajib"

Awalnya saya hanya sekilas melihat foto yang banyak dishare ini dimana Habib Luthfi bin Yahya sedang menangis memeluk seorang ulama pada Konferensi Internasional Bela Negara kemarin. Belakangan saya baru 'ngeh' ternyata ulama yang menangis bersama Habib Luthfi ini adalah ulama besar Suriah Syaikh Muhammad Rajab Dieb, putra dari Alm Syaikh Rajab Dieb yang wafat Juni lalu. Siapa beliau?

Masih teringat jelas sejak awal-awal konflik Suriah bagaimana media-media wahabi disini menebar propaganda busuk dan menyerukan boikot pada ayah beliau Syaikh Rajab Dieb karena beliau adalah ulama Ahlusunnah Suriah yang teguh membela tanah airnya dari invasi para teroris takfiri yang menginvasi negaranya.

Friday, August 26, 2016

Peta Konflik Suriah

Awalnya, Maret 2011, kelompok-kelompok “pro-demokrasi” yang maju, menjalankan skenario seperti Tunisia dan Mesir. Mereka berdemo, menuntut lengsernya Assad demi demokratisasi (karena Assad dan Partai Baath terlalu lama berkuasa). Meskipun aksi demo tidak tereskalasi (bahkan yang terjadi adalah demo tandingan dengan jumlah jauh lebih besar untuk mendukung Assad), pada awal 2012, dilakukan perubahan UUD (antara lain, masa jabatan presiden maksimal 2 periode dan presiden tidak harus dari Partai Baath) dan dicabutnya UU Darurat yang dianggap anti HAM.

Para pemimpin oposisi berbasis di Turki, membentuk Syrian National Council (SNC), lalu berubah jadi SNCORF, dengan didominasi kelompok Ikhwanul Muslimin (dapat dukungan dana dari AS, Inggris, Perancis, Qatar, Saudi, dll). Yang mereka inginkan tidak sebatas perubahan undang-undang, melainkan tergulingnya Assad. Masuklah skenario kedua: pemberontakan bersenjata. Beberapa tentara Suriah lari ke Turki, dan mendirikan Free Syrian Army (FSA). SNC berperan mencarikan dukungan dana untuk FSA. FSA sendiri terdiri dari banyak kelompok dan pasukan mereka kebanyakan orang-orang asing (non- Suriah).

Monday, May 09, 2016

10 Fakta Suriah Yang Selalu Ditutupi Media Radikal Takfir

Fakta-fakta ini sudah berkali-kali saya katakan sejak 4,5 tahun lalu, dan saya tidak akan pernah bosan untuk terus mengatakannya. Berikut 10 fakta tersebut:
1. Pemerintah Suriah tidak pernah membantai Sunni. Hasil pemilu presiden Suriah yang diawasi lembaga-lembaga independen Juni 2014 kemarin, Assad terpilih kembali dengan perolehan 88.7% suara rakyat. Sedangkan kaum Sunni itu mayoritas (74%) di Suriah. Itu artinya mayoritas mutlak rakyat Suriah yang Sunni dan apapun latarnya masih mencintai Assad. Itu yang selalu ditutupi media-media Takfiri. Jika Assad adalah pembantai Sunni, mungkinkah mayoritas rakyatnya yang Sunni tersebut memilih dia?

Wednesday, December 30, 2015

Respon BaduiI Gurun Saudi Ketika Peliharaannya Tewas di Suriah

Tewaskan Pemimpin Pemberontak Suriah, Saudi Kecam Rusia


RIYADH - Arab Saudi mengecam keras Rusia, karena telah menewaskan pemimpin pemberontak Suriah Zahran Alloush. Saudi menyebut pembunuhan Alloush tidak sesuai dengan semangat untuk mendamaikan Suriah.

"Kami percaya bahwa membunuh Zahran Alloush atau melawan pemimpin yang telah mendukung solusi damai dan melawan Daesh (ISIS) di Suriah tidak melayani proses perdamaian di Suriah," kata Menteri Luar Negeri Saudi Adel al-Jubeir, seperti dilansir Radio Australia pada Rabu (30/12).

Benarkah, Assad Membantai Rakyatnya??


Dialog Ust. Handy Noer dg Mufti Ulama Suriah.


Pada kesempatan bertemu dengan salah seorang #ulama #mufti suriah , saya bertanya kepada beliau apa yang sesungguhnya terjadi di Suriah? apakah benar #Assad telah membantai rakyatnya?. .

Beliau menjawab; "Itu fitnah, Suriah adalah negeri yang damai kami hidup dalam kedamaian dan penuh persaudaraan. Hingga datangnya
#ISISke #Suriah, bahkan kami tidak tahu mereka datang tiba2. Memang benar disana ada kelompok anti pemerintah, tetapi itu hanya kelompok kecil dan tidak berdampak apa2 terhadap pemerintahan.

Thursday, January 08, 2015

Makam Imam Nawawi Dibom Sekte Wahabi

Hari Rabu, (7/1), Suriah kembali diguncang oleh ledakan bom. Kali ini targetnya adalah makam Imam Nawawi, seorang ulama besar Islam, ulama kenamaan mazhab Syafii pada abad ke-7.

Kantor berita lokal wilayah Nawa merilis video berdurasi  01:03 menit yang berisi rekaman singkat puing-puing makam Imam Nawawi pasca diledakkan oleh sekawanan orang tak dikenal, sebagaimana komentar dalam video tersebut.

Namun, dalam jejaring sosial facebook, beberapa warga Nawa menulis bahwa pagi tadi antara pukul 4 dan 5 Subuh ada sebuah mobil milik Jabhah Nusrah (JN) yang membawa sejumlah personil dengan senapan mesin. Mereka menanam bahan peledak tepat di tengah-tengah makam Imam Nawawi. Suara ledakan bom tersebut terdengar sampai ke seluruh penjuru kota Nawa.

Friday, May 02, 2014

Tertipu Hasutan Perang, Pemuda Saudi Pulang


Seorang pemuda Arab Saudi yang baru kembali dari bertempur di Suriah mencurahkan unek-uneknya dalam sebuah acara bincang-bincang di sebuah stasiun televisi Saudi.

Dalam acara itu, Misfer (17) mengaku merasa tertipu sejumlah tokoh agama yang menyarankan para pemuda untuk berjihad di Suriah melawan rezim Bashar al-Assad.

Awal tahun ini, Misfer berangkat ke Suriah setelah mendengarkan dakwah online seorang ulama yang menggunakan dalil-dalil agama untuk meyakinkan para pemuda bahwa berperang ke Suriah merupakan sebuah kewajiban seorang Muslim.

Wednesday, March 26, 2014

PBB: Pemberontak Suriah Lakukan Eksekusi Massal

Penyelidik hak asasi PBB, Selasa (18/3/2014), mengatakan mereka memiliki informasi yang menunjukkan bahwa kelompok pemberontak di Suriah melakukan eksekusi massal.
Laporan kekerasan di Suriah itu dirilis oleh penyelidik PBB, menjelang pembahasan tentang konflik di negara tersebut di Badan HAM PBB di Geneva.

Friday, January 24, 2014

Menteri Luar Negeri Suriah di Jenewa: “Mari Bersatu Perangi Terorisme”

Menteri Luar Negeri Suriah,  Walid al-Moallem, yang memimpin delegasi resmi negaranya ke Jenewa II , menyerukan konfrontasi kolekrif melawan terorismedan memulai dialog nasional di Damaskus pada sesi pembukaan konferensi
Menteri al-Moallem, pada sesi pembukaan konferensi, menyatakan;
Saudara-saudara,
Atas nama Suriah, Suriah yang penuh dengan kisah sejarah selama tujuh ribu tahun. Republik Suriah,  sebuah negara sipil dengan perwakilan yang  duduk di ruangan ini, telah mencoba untuk membawa Suriah kembali ke abad pertengahan. Saya belum pernah berada dalam posisi yang sebegini sulit, saya dan delegasi membawa beban tiga tahun kesulitan yang dialami oleh rekan-rekan senegara saya – darah para martir kami, air mata duka kami, penderitaan keluarga yang menunggu kabar dari orang yang mereka cintai, yang diculik atau hilang, tangisan anak-anak kami  yang  berjari lembut dan menjadi sasaran penembakan di kelas mereka, harapan seluruh generasi yang melihat kehancuran di depan mata mereka, keberanian ibu dan ayah yang telah mengirim semua anak-anak mereka untuk membela negara kami, keluarga yang berduka karena rumahnya telah hancur dan sekarang terpaksa mengungsi atau menjadi pengungsi .

Monday, January 06, 2014

Pengakuan Teroris Pembunuh Syaikh Al-Bothi

Pasukan keamanan Suriah telah menangkap sejumlah pelaku yang bertanggung jawab atas pembunuhan ulama Sunni, Syaikh Muhammad Said Ramadhan Al-Bothi pada 21 Maret 2013 lalu. Televisi Pemerintah Suriah menyiarkan langsung pengakuan 6 orang tersangka kejahatan tersebut pada Sabtu, 21 Desember 2013. Acara itu disiarkan langsung di studio khusus dengan tampilan gambar background beberapa lokasi rencana pembunuhan dan format acara berupa narasi yang diedit tanpa pertanyaan dari pembawa acara.

Friday, December 20, 2013

Teroris Pembunuh Sheikh Ramadan al-Bouty Ditangkap

Pasukan keamanan Suriah SAA telah menangkap sel teroris bersenjata yang bertanggung jawab atas pembunuhan Ketua ilmuwan dari Levant, Sheikh Muhammad Sa'id Ramadhan al-Bouty pada bulan April 2013.

Koran Suriah Al-Watan mengatakan bahwa saluran siaran negara Suriah akan menyiarkan pengakuan para teroris yang melakukan kejahatan, Sabtu.

Surat kabar itu menunjukkan bahwa pasukan keamanan suriah telah melakukan tindakan intelijen untuk menangkap semua anggota sel teroris, yang melaksanakan pembunuhan itu.

Grand Mufti Suriah: Takfiri Ancaman Dunia, Tidak Hanya Islam


Sebuah konferensi internasional tentang bahaya kelompok Takfiri akan digelar di ibukota Suriah, Damaskus dan akan dihadiri oleh cendekiawan Muslim dan ulama dari Iran dan Suriah, demikian Press TV melaporkan, Kamis, 19/12/13.

Para pembicara dalam persiapan pertemuan tersebut mengatakan, Takfiri tidak hanya menimbulkan ancaman bagi Islam tetapi untuk dunia secara keseluruhan. Mereka juga mengatakan bahwa kelompok tersebut didukung oleh Barat dengan tujuan tunggal yaitu menciptakan hasutan sektarian.

Friday, December 13, 2013

Mental Pengecut, Jendral Mujahilin FSA Kabuur


Komandan Tertinggi FSA, Jendral Salim, kabur keluar negeri.

  • 12 Desember 2013
Komandan tertinggi Pihak Oposisi Suriah, Free Syrian Army (FSA) dukungan Barat, Jendral Salim Idris telah lari ke luar negeri, pejabat AS mengatakan Rabu.

Menurut pejabat AS yang dikutip oleh Wall Street Journal, Jenderal Salim Idris terpaksa mengambil penerbangan keluar negeri. Hal ini muncul setelah AS dan Inggris mengumumkan penghentian bantuan mereka pada hari Rabu setelah militan radikal dari Islamic Front mengambil alih pangkalan Free Syrian Army di Suriah utara.

Wednesday, December 04, 2013

A True Story: Jalan Jihad Sang Dokter


Dr. Joserizal Jurnalis, SpOT, salah seorang relawan medis dan Presidium MER-C yang telah berpengalaman di berbagai lokasi perang dan konflik baik di dalam maupun di luar negeri, menuliskan analisanya terhadap konflik yang tengah terjadi di Suriah saat ini.


Suriah adalah negara dengan jumlah penduduk 22.517.750 orang (estimasi 2010). Komposisi penduduknya berdasarkan agama adalah Muslim Sunni 74%, Muslim Alawi-Syiah-Druze 16%, Kristen 10%, dll.

Presiden Suriah sekarang adalah Bashar Assad yang menggantikan bapaknya, Hafesz Assad, seorang Marsekal. Hafesz Assad adalah pemimpin Suriah yang keras dan diktator. Bersama saudaranya Rifyad Assad, mereka membawa Suriah melalui masa-masa sulit terutama dalam perang 6 hari tahun 1967. Hafesz berhasil menangkap Ellie Cohen seorang mata-mata Israel yang menyusup ke pemerintah Suriah sampai menjadi teman dekat Hafesz. Hafesz kemudian menggantung Ellie Cohen walaupun dia diprotes banyak negara. Hafesz juga memberangus Ikhwanul Muslimin, banyak korban berjatuhan karenanya. Namun di sisi lain dia juga mau menerima Hamas berkantor di Damaskus ketika negara-negara Arab tidak mau menerima mereka membuka perwakilan. Hafesz banyak menampung pengungsi Palestina, salah satu kamp yang pernah penulis bersama relawan MER-C kunjungi adalah kamp Yarmuk.

Monday, December 02, 2013

Assad: Perang Suriah Berakhir Jika Saudi Stop Bantuan Teroris Takfiri


Presiden Suriah Bashar al-Assad mengatakan, selama Arab Saudi terus mengirim senjata dan uang untuk Takfiri ekstrimis, perang di Suriah tak akan pernah berakhir, al-Alam melaporkan, Sabtu (30/11/13).

Menurut sumber rahasia, Bashar Assad bertemu dengan beberapa pemimpin politik dari negara-negara Arab di kawasan 10 hari lalu. Mereka membahas kondisi di Suriah serta cara mengakhiri krisis mematikan yang sedang mendera negara itu.

Dalam pertemuan itu, Assad mengatakan bahwa pemerintahan dan negaranya menghadapi teroris yang berasal dari berbagai negara dan perang besar-besaran yang didukung oleh pihak asing.

"Sejak awal kami tahu bahwa perang ini adalah perang melawan pemerintahan yang independen. Dan pemerintahan independen ini adalah faktor utama yang mendukung perlawanan dan kemenangan kami," kata Assad.

Assad menghargai negara-negara yang bersekutu dengan mereka dalam perang melawan terorisme, terutama pemerintah Rusia. Menurut Assad, dukungan Rusia terhadap Suriah bukan hanya untuk kepentingan Damaskus tapi juga untuk melindungi kepentingan Rusia.

Friday, November 29, 2013

Teroris Indonesia Mati Sangit di Suriah

Kasihan orang di atas korban mati sangit di Suriah. Mudah-mudahan keluarganya mengenalinya.
Lah bukannya mati Syahid karena memerangi Pemerintah dan Tentara Suriah?
Sayang sekali. Kalau melawan pemerintah dan tentara Israel yang jelas2 kafir dan kejam, baru mati syahid. Atau melawan tentara AS di Iraq dan Afghanistan.

Saturday, November 09, 2013

Kejahatan Jihad Abal-Abal di Suriah

Teroris FSA Ledakan Bom di Pemukiman 

Hanya ada di Suriah para teroris menembaki daerah pemukiman dengan mortir lalu dipuji oleh Barat. Tidak aneh sebab Barat adalah ‘penjahat kemanusiaan ‘ yang mendukung setiap kekejaman terhadap kemanusiaan di Suriah. Selama korban tidak dari anggota keluarga mereka dan selama konflik Suriah tetap berlangsung dalam batas wilayah Suriah, bagi mereka tidak ada yang perlu dikuatirkan. 

Perbedaannya sekarang , mereka tidak menuduh negara Suriah menembaki bule-bule Barat  dan orang-orang kaki tangan Barat seperti yang terjadi pada bulan-bulan awal krisis. Barat tidak perlu lagi menuduh negara Suriah atas peristiwa-peristiwa peledakan selama masih banyak warga Suriah yang mau suka-rela menjadi sponsor kehadiran teroris Al-Qaeda dan berkampanye bahwa FSA berjuang demi kebebasan rakyat Suriah .

Saturday, September 21, 2013

Warga Israel Ikut Gabung Teroris di Suriah


Teroris Israel Tewas

Seorang warga Israel keturunan Arab, Mueid Agbaria, terbunuh saat bertempur di Suriah. Ini pertama kalinya warga Israel diketahui ikut serta dalam konflik Suriah.

Agbaria merupakan warga desa Mushifra yang terletak di wilayah Galilee, Israel. Pria berumur 28 tahun itu diduga memasuki Suriah melalui Turki bersama dua warga Israel keturunan Arab lainnya.

Pihak keluarga mengaku terkejut medengar kabar Agabria tewas di Suriah. Mereka menyebut Agbaria sebagai sosok yang pendiam.

“Kami sangat terkejut karena dia orang yang pendiam. Dia juga sosok yang rajin beribadah,” ujar ayah Agbaria, Zaki, seperti dikutip Reuters, Kamis (19/9/2013).

Sekira 20 persen warga Israel merupakan etnis Arab. Warga Arab di Israel kerap menerima diskriminasi dari kelompok mayoritas Yahudi.

Friday, September 20, 2013

Ditipu Jihad di Suriah, Sejumlah Wanita Tunisia Pulang Dalam Kondisi Hamil

Stasiun televisi Al Arabiya melaporkan, Jumat (20/9), menurut Jeddo, gadis-gadis Tunisia itu kerap berhubungan seks dengan 20, 30, hingga 100 orang pemberontak.....

Menteri Dalam Negeri Tunisia menyebut adanya sejumlah wanita Tunisia yang menjalani misi jihad ke Suriah. Namun usai melakukan jihad ini, para wanita Tunisia tersebut pulang dalam keadaan hamil.


Menteri Dalam Negeri Tunisia, Lofti Bin Jeddo menuturkan adanya jaringan kriminal yang menipu para wanita ini dengan dalih menjalani jihad di Suriah. Sebanyak 86 orang yang terlibat dalam jaringan ini telah ditangkap.

"Wanita-wanita tersebut berganti-ganti antara 20, 30, dan 100 pemberontak dan mereka kembali menanggung buah hubungan seksual dalam nama jihad seksual dan kami hanya bisa diam tanpa melakukan apapun dan tetap diam," ujar Lofti Bin Jeddo saat berbicara di hadapan Dewan Konstituen Nasional seperti dilansir Al Arabiya, Jumat (20/9/2013).

Saturday, July 06, 2013

Kajian Konflik Suriah: Bongkar Persekongkolan Multinasional


Proganda Hasutan Perang Surian Rentan Konflik
"....Upaya propaganda ini sangat ampuh. Terbukti, efek kebencian itu menyebar luas bahkan hingga ke kampung -kampung di Indonesia yang jauhnya lebih dari 8.500 km dari Damaskus,”

Konflik internal berdarah di Suriah membawa konsekwensi global karena arus deras informasi, termasuk ke Indonesia. Namun sayangnya, banyak media mainstream menebar propaganda konflik tersebut yang rentan menimbulkan kebencian sesama muslim. 

Dina Y. Sulaeman mengemukakan hal itu dalam Launching dan Bedah Buku “Prahara Suriah, Membongkar Persekongkolan Multinasional” di Jakarta, Rabu (3/7).

“Propaganda apalagi dengan rekayasan informasi rentan menumbuhkan kebencian sesama muslim, bukan lagi kepedulian sesama muslim,” ujar alumni Magister Hubungan Internasional Universitas Padjadjaran itu.

Dina yang juga sedang menempuh program doktoral Hubungan Internasional, memaparkan temuannya, antara lain foto palsu BBC, yang diklaim sebagai korban kekejaman tentara Assad ternyata korban pembantaian di Irak.